Apa itu KL-Youth Exhange and Study


Tak terasa udah 122 hari di negeri impian, Amerika Serikat. Yeah negeri impian, karena siapa yang menyangka anak desa seperti Ardi ini bisa menginjakkan kaki di negeri yang sering disebut central of the world ini. Bagaimana bisa anak desa dari kota kecil di jawa tengah bisa berkeliling setengah bumi? Alhamdulillah, semua itu kuasa Allah SWT telah memberikan kesempatan yang sangat luar biasa ke Ardi. Lalu kenapa Ardi bisa pergi kesana? Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study atau sering di singkat KL-YES Program.

KL-YES program adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State atau Kementrian Luar Negeri Amerika kepada siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan menjembatani pemahaman dan saling pengertian antar masyarakan negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika Serikat.

Awalnya Program YES ini dilaksanakan sejak tahun 2003 dan sudah mengirim lebih dari 800 siswa Indonesia ke Amerika Serikat. Sebenarnya, program ini juga membuka kesempatan bagi siswa difabel untuk mengikuti program ini. Di program ini kita dapat banyak sekali ilmu baru dan kita diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Peserta program juga diharapkan menjadi duta bangsa dengan menjembatani masyarakat Amerika Serikat untuk lebih mengenal tentang Indonesia berikut kehidupan dan kebudayaannya.

Selama program ini, kita akan tinggal dengan keluarga Amerika, dan bersekolah di SMA setempat. Kamu akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekita melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh program YES. Jadi program ini benar-benar beasiswa penuh dan justru memberikan tambahan uang saku setiap bulan untuk pesertanya. Bisa diibaratkan kita bawa badan dan pakaian saja masih hidup, hehee. Program YES ini bukan cuma antara Indonesia-Amerika saja, tetapi dengan negara muslim lainnya sepertiThailand, India, South Africa, Ethopia, Tunisia, Mesir, Saudi Arabia, dll. Dalam kata lain kita bisa berkenalan dengan masyarakat dunia melalui program YES. Di Indonesia, program YES di kelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Lalu apa itu Yayasan Bina Antarbudaya?

Why I need


Bagaimana kita menjadi warga dunia, tetapi kita tak pernah mengerti apa itu dunia?
Memang untuk mengerti apa itu dunia tidak hanya dengan jalan berkunjung atau mengelilingi dunia, tapi banyak jalan menuju ke sana. tetapi sadarkah kita jika banyak sekali orang mencoba mengerti tentang dunia dengan membaca, atau sebagainya mereka justru terbelokkan oleh opini orang lain atau dirinya sendiri. Itulah stereotype yang banyak kita temui selama ini. Masyarakat mencoba mendalami apa itu dunia, dengan memberikan asumsi-asumsi atau menyimpulkan dengan singkat apa yang mereka ketahui. Kita sering bertemu perpecahan antar bangsa, penindasan, konflik ekonomi militer politik dan lain-lainnya. Mengapa itu terjadi? Apakah karena belum mengerti satu sama lain? Kita bukan hanya warga negara kita, kita juga merupakan warga negara dunia. "I was not born for one corner, the whole world is my native land". Kita berkesempatan untuk mengetahui apa itu dunia secara jelas. beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan mendengar melihat meraba menghayati apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sebenarnya berbeda. tetapi sesungguhnya dalam budaya tidak ada yang salah atau benar, tetapi hanya saja berbeda. itulah mengapa kita perlu menjadikan stereotype yang menganggap "salah atau benar" itu menjadi "berbeda". Mungkin saja kita tidak dapat langsung mengubah dunia, tetapi dengan cara dari pemuda kita ingin mempersiapkan dunia menjadi lebih baik.