You're Under Arrest!
Hari libur saat itu, Semua orang mempunyai rencana sendiri untuk menghabiskan liburan sebelum natal tiba, termasuk aku. Ingat ketika itu udara cukup dingin, kira-kira 3°C dan sedikit salju. Tak banyak aktivitas berarti yang terlihat di Columbia. Hanya segelintir mobil tak seperti biasa. Mungkin mereka sudah pergi sejak awal jumat lalu atau hanya tinggal bersantai di rumah. Sejak musim dingin tiba, satu bulan yang lalu itulah terakhir kali aku bermain sepak bola. Yeah, waktu yang cukup lama untuk tak bermain sepak bola. Berhubung suhu tak terlalu dingin and I don't know what to do, Sepak bola mungkin akan menyenangkan hari ini.
I put my jacket on, too hot. Take it off, too cold. Problematika anak Khatulistiwa yang ada di benua empat musim. Lebih baik panas dari pada kedinginan. Pakai kacamata hitam, warm hat, isi backpack dengan Ball, Soccer Shoe, Gloves, Energy Drink, Soda, Olive Oil, Shin Guard, some candy. I'm Ready, me and Ermek ride bike to High School field.
Sunyi kali saat itu, di jalanan sepi. Mobil lewat disamping kami mungkin hanya satu menit sekali. Lolong anjing hitam di halaman belakang rumah dekat Fairfax Drive ketika lewat. Alat berat Bobcat di depan bangunan rumah baru dekat Marien St terdengar menyala. Beberapa mesin pemotong kayu juga masih menyala, tetapi tak ada satupun orang saat itu. Sunyi sepi di saat perjalanan.
Sampai kita di High School. Parkir sepeda ada di tempat. Gendong backpack lalu masuk ke lapangan. Ada dua orang kala itu. Satu pria mungkin 60 tahunan dengan jaket warna biru jogging di track. Satu pria lagi dengan jaket hitam di sudut jauh lapangan dengan push up.
I put my soccer shirt, shoe, gloves on. Memulai permainan sepak bola berdua. Mulai penalty, corner kick hingga World Cup semua jadi menyenangkan. Cukup lama kita main, mungkin 45 menit hingga tak sadar seorang pria setengahbaya berdiri di ujung lapangan dekat pintu masuk menuju tribun penonton. Panggilah dia ke dua Asian people yang masih bermain sepak bola. Berlarilah kami kesana dan menghampiri.
"What are you doing here?" He said.
"We playing soccer." I said
"Why you do that? You not allowed to play soccer here. I will call police but I don't do that." He said again.
Terdiam kami saat itu. What's going on. Kita tak diijinkan bermain sepak bola di sekolah sendiri? Bukankah beberapa bulan lalu kita juga berulang kali bermain di sini dan itu tak jadi masalah.
I don't understand whats going on. Tetapi apa jadi lucu ketika dua exchange student misalkan beneran jadi ditangkap polisi gara-gara bermain sepak bola di sekolahnya sendiri?
Coba kita mencari papan aturan, tak ada yang bertuliskan dilarang bermain di sini. Tetapi masuklah orang itu ke dalam mobilnya, ambil secarik kertas dan menulis nama kami. Tak mau banyak berargumen karena kita tak tau apa yang terjadi. Pergilah kami dari sekolah. Dengan membayangan hal yang unik baru terjadi.
.png)








0 comments: